Modul 4 — Persiapan Barang & Packing
-
Khusus untuk bisnis patung dan dekorasi seperti Timboel.
- Fragilitas & Variasi Bahan: Produk keramik, terracotta, cement/GRC, serta gabungan material kayu/logam memiliki kerapuhan tinggi.
- Bentuk Tidak Simetris (Irregular Shapes): Patung atau hiasan dekorasi sering memiliki tonjolan halus (seperti ekor, ujung lekukan, atau ornamentasi) yang sangat rawan patah jika terkena benturan atau tekanan dari atas.
- Toleransi Berat & CBM: Patung padat berbahan semen/semen resin (cement) memiliki berat fisik (Gross Weight) yang sangat besar, sedangkan vas/keramik berukuran besar memakan volume (CBM).
-
Memeriksa jumlah, kode produk, material, ukuran, dan berat.
Sebelum dimasukkan ke dalam kemasan pelindung, setiap unit barang wajib diperiksa ulang terhadap 5 indikator utama:
- Jumlah (Quantity): Memastikan jumlah fisik unit barang yang siap di-pack sesuai dengan Purchase Order (PO) / Nota Pesanan (NP).
- Kode Produk (Item SKU / ID Product): Verifikasi kode produk secara presisi (misal: GVP-232607D2-RAS vs GSB-9C710261-RAS) agar tidak salah memasukkan barang.
- Material & Warna (Color/Finish): Memastikan variasi warna (Red Abstract SR CR, Terracotta, dll.) dan jenis bahan (Cement, Terracotta, Resin) sesuai pesanan.
- Ukuran / Dimensi (PLT): Mengukur ulang dimensi fisik produk untuk memastikan kesesuaian sampel dan perencanaan ruang kemasan.
- Berat (Weight Check): Timbang Net Weight (NW) barang untuk memastikan data pada Packing List akurat.
-
Membandingkan barang siap kirim dengan invoice dan packing list.
- Prinsip Match 100%: Seluruh data fisik barang di lapangan wajib selaras tanpa selisih dengan dokumen Commercial Invoice dan Packing List.
- Garis Pertahanan Terakhir: Apabila terdapat selisih jumlah atau barang hilang/kurang (seperti pada audit invoice sebelumnya), penyesuaian dokumen atau pemenuhan fisik barang wajib diselesaikan di tahap ini sebelum kargo dimasukkan ke dalam peti kayu/kontainer.
-
Memahami bubble wrap, foam, carton, pallet, dan wooden crate.
- Bubble Wrap & Foam Sheet: Lapisan pelindung pertama langsung di permukaan produk untuk menyerap benturan ringan dan mencegah goresan pada finishing.
- Corner & Edge Protectors (Siku Karton/Busa): Perlindungan ekstra pada bagian sudut tajam atau struktur melengkung patung agar tidak gempil/retak.
- Karton Gelombang (Corrugated Box): Dus pembungkus dalam (inner box) yang menyangga fisik barang dari gesekan luar.
- Palet & Wooden Crate (Peti Kayu): Structural packaging utama untuk pengiriman kontainer ekspor. Wajib memiliki stempel sertifikasi ISPM 15 untuk menahan beban tumpukan di dalam kontainer.
-
Memahami risiko goresan, patah, penyok, karat, dan kerusakan finishing.

-
Foto barang sebelum packing, sesudah packing, dan saat stuffing.
Tim ekspor wajib mengarsipkan bukti foto berwarna yang jelas untuk klaim asuransi dan laporan ke buyer:
- Foto Sebelum Packing (Bare Product): Foto unit produk keramik/patung yang utuh beserta label kode produknya.
- Foto Sesudah Packing (Wrapped & Crated): Foto proses pembungkusan bubble wrap, penutupan peti kayu, dan stempel ISPM 15 serta label Shipping Mark yang terpasang di sisi peti.
- Foto Saat Stuffing (Container Loading): Kondisi kontainer kosong (lantai & dinding bersih). Proses penataan peti kayu di dalam kontainer (1/2 loaded & full loaded). Foto penutupan pintu kontainer beserta Nomor Segel (Container Seal No.)
-
Penandaan fragile, orientation, dan shipping marks jika relevan.
Setiap peti kayu/kemasan luar wajib diberi penandaan visual yang jelas pada minimal dua sisi:
- Handling Pictograms: Fragile / Gelas Retak: Barang mudah pecah. This Way Up / Panah Atas: Mencegah posisi peti dibalik saat diangkut forklift. Keep Dry / Payung: Jangan terkena hujan/basah.
- Shipping Marks: Mencantumkan nama buyer, nomor PO/kontrak, nomor peti (misal: Crate 1 of 15), kode SKU, negara asal (Made in Indonesia), serta data Gross/Net Weight dan CBM.
💡 Target: Memastikan barang yang dikirim sesuai pesanan dan aman untuk perjalanan.
Tidak ada komentar