Modul 2 — Metode Pengiriman & Kontainer
-
Perbedaan FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load).
- FCL (Full Container Load): Pengiriman 1 kontainer penuh milik 1 eksportir/pembeli.
- LCL (Less than Container Load): Pengiriman kargo kecil di mana 1 kontainer dipakai bersama oleh beberapa pengirim (konsolidasi).
-
Jenis kontainer: 20 feet, 40 feet, 40 HC, dan kapan penggunaannya relevan. Ukuran Kontainer Standar:
- 20 Feet: Kapasitas volume 28-33 CBM, beban maksimal 21-28 ton. Cocok untuk barang berat/padat (seperti keramik).
- 40 Feet: Kapasitas volume 56-67 CBM, beban maksimal 26-28 ton.
- 40 Feet High Cube (40 HC): Lebih tinggi 1 kaki dibanding 40ft biasa. Kapasitas volume 75-76 CBM, sangat ideal untuk barang ringan tapi bervolume besar (seperti furnitur).
-
Perbedaan CY, CFS, port of loading, dan port of discharge.
- CY/CY (Container Yard to Container Yard): Layanan FCL di mana kontainer diambil dari depo asal dan diserahkan penuh di pelabuhan tujuan.
- CFS/CFS (Container Freight Station to Container Freight Station): Layanan LCL di mana barang dikirim ke gudang pelabuhan untuk digabung dan dibongkar di gudang pelabuhan tujuan.
- Port of Loading (POL): Pelabuhan muat / asal, yaitu pelabuhan tempat barang/kontainer dinaikkan (loading) ke atas kapal di negara eksportir (contoh: Port of Semarang / Tanjung Emas, Tanjung Priok, Tanjung Perak).
- Port of Discharge (POD): Pelabuhan bongkar / tujuan, yaitu pelabuhan tempat barang/kontainer diturunkan (discharge) dari kapal di negara importir (contoh: Izmir / Antalya Port di Turki, Port of Hamburg di Jerman, Port of Los Angeles di AS).
-
Booking kapal, jadwal kapal, feeder vessel, transshipment, dan direct service.
a. Booking Kapal (Shipping Space Booking):
- Proses pemesanan ruang kontainer/kapal oleh eksportir atau freight forwarder kepada shipping line.
- Setelah dipesan, shipping line menerbitkan Booking Confirmation (BC) yang berisi nomor booking, jadwal kapal (closing time, ETD, ETA), dan lokasi pengambilan kontainer kosong di depo.
b. Jadwal Kapal (Vessel Schedule):
- Tanggal rencana perjalanan kapal dari pelabuhan muat (POL) hingga pelabuhan tujuan (POD), mencakup tanggal potong (cut-off/closing time), jadwal keberangkatan (ETD), dan perkiraan kedatangan (ETA).
c. Feeder Vessel vs Main Vessel:
- Feeder Vessel: Kapal feeder berukuran kecil/sedang yang mengangkut kontainer dari pelabuhan lokal kecil (seperti Tanjung Emas Semarang) menuju pelabuhan penghubung utama/hub (seperti Singapore, Port Klang, atau Tanjung Priok).
- Main Vessel (Mother Vessel): Kapal kargo raksasa lintas samudera yang mengangkut kontainer dari hub port menyeberangi benua menuju pelabuhan di Eropa, Amerika, atau Timur Tengah.
d. Direct Service vs Transshipment:
- Direct Service: Pengiriman langsung di mana kontainer diangkut oleh satu kapal dari pelabuhan asal (POL) sampai pelabuhan tujuan (POD) tanpa perlu pindah kapal di pelabuhan tengah.
- Transshipment: Pengiriman tidak langsung di mana kontainer diturunkan di pelabuhan perantara (transshipment port/hub) untuk dipindahkan (relay) ke kapal lain sebelum menuju pelabuhan akhir.
-
Memahami volume CBM, gross weight, net weight, dan dimensi barang.
Di industri ekspor (seperti pada pengerjaan packing list keramik/furnitur PT Timboel), data berat dan ukuran fisik sangat penting untuk pengurusan bea cukai dan batas muat kontainer:
- Dimensi Barang (PLT):
- Ukuran fisik luar dari suatu kemasan (dus/peti kayu/koli) yang diukur dalam satuan Centimeter (cm) atau Meter (m): PanjangLebarTinggi.
- CBM (Cubic Meter / Volume):
- Net Weight (NW) / Berat Bersih:
- Berat murni dari produk/keramik saja tanpa memperhitungkan berat kemasan luar, kardus, gabus, palet, atau peti kayu.
- Gross Weight (GW) / Berat Kotor:
- Dimensi Barang (PLT):
💡Target: Bisa memahami penawaran forwarder dan mengenali jenis pengiriman yang digunakan.



Tidak ada komentar