Modul 7 — Tracking, Komunikasi & Problem Solving
- Memantau status booking, stuffing, keberangkatan, transit, dan kedatangan.
Seorang export specialist wajib memantau status pengiriman secara berkala pada 5 titik kritis:
- Status Booking: Memastikan Booking Confirmation (BC) terbit dan kontainer kosong dapat ditarik (pick-up) tepat waktu dari depo.
- Status Stuffing: Memantau proses muat kargo keramik/peti kayu di gudang dan penyerahan kontainer ke Container Yard (CY) pelabuhan sebelum closing time.
- Keberangkatan (ETD vs. ATD): Mengonfirmasi keberangkatan kapal dari pelabuhan muat (POL - Semarang).
- Status Transit: Memantau pergerakan kapal feeder dan proses pemindahan kontainer (transshipment) di pelabuhan penghubung (misal: Singapore / Port Klang).
- Kedatangan (ETA vs. ATA): Memantau tanggal perkiraan tiba di pelabuhan bongkar (POD - misal: Izmir Port).
- Memahami perbedaan jadwal estimasi dengan jadwal aktual.
- ETD (Estimated Time of Departure) / ETA (Estimated Time of Arrival): Perkiraan awal jadwal kapal yang tercantum pada Booking Confirmation. Jadwal ini masih bisa berubah akibat cuaca, kemacetan pelabuhan (port congestion), atau keterlambatan feeder.
- ATD (Actual Time of Departure) / ATA (Actual Time of Arrival): Tanggal dan waktu aktual/realisasi saat kapal benar-benar angkat jangkar meninggalkan pelabuhan (ATD) atau menyandar di dermaga tujuan (ATA).
- Prinsip Komunikasi: Selalu gunakan istilah ETD/ETA saat menyampaikan estimasi, dan perbarui menjadi ATD/ATA setelah menerima Bill of Lading (B/L) atau mengonfirmasi pelayaran.
- Mengatasi perubahan kapal, keterlambatan feeder, rollover, dan pembatalan booking.
- Rollover / Left Behind (Kontainer Tertinggal Kapal):
- Penyebab: Kargo gagal masuk pelabuhan sebelum closing time, dokumen NPE terlambat, atau kapal mengalami overbooking.
- Solusi: Segera minta Re-booking / Space Transfer ke forwarder untuk dimasukkan ke vessel/voyage berikutnya, serta ajukan bebas biaya demurrage/storage jika kendala dari pihak pelayaran.
- Keterlambatan Feeder / Missed Connection:
- Penyebab: Kapal feeder dari pelabuhan asal terlambat tiba di hub port, sehingga tertinggal kapal utama (mother vessel).
- Solusi: Minta forwarder menerbitkan updated routing plan dan jadwal connecting vessel terbaru untuk disampaikan ke buyer.
- Revisi Dokumen & Mismatch Data:
- Penyebab: Adanya perbedaan berat/CBM antara Packing List dengan draf B/L atau PEB.
- Solusi: Lakukan revisi draf B/L sebelum BL Final Cut-off. Jika PEB sudah terbit dan NPE keluar, lakukan prosedur Pembetulan PEB ke Kantor Bea Cukai sesuai dokumen pendukung resmi.
-
Mengelola revisi dokumen dan ketidaksesuaian data.
-
Menulis email profesional kepada forwarder, shipping line, buyer, dan tim internal.
-
Membuat laporan status shipment secara ringkas dan akurat.
💡 Target: Bisa memberi update faktual, bukan sekadar mengatakan barang sedang diproses.