SOP 3D Printing

Notes

Nomor Penting


Struktur SOP

  1. Alur Kerja 3D Printing
  2. Alur Operasional 3D Printing
  3. Arsip & Manajemen Data
  4. Prosedur Tambahan

Aplikasi yang Digunakan

PT Timboel menggunakan komputer di meja staff 3d Printing sebagai pusat kontrol utama operasi. Proses printing berbasis SD Card dan checklist fisik.


Istilah


1. Alur Kerja 3D Printing

1.1 Folder Penyimpanan

FILE HASIL PROSES KERJA 3D PRINTING DI-UPLOAD KE FOLDER TERSEBUT MENGIKUTI ATURAN BAB 3 - ARSIP DAN MANAJEMEN DATA

1.1 Sumber Model 3D

Beri nama NamaProyek - File3d, ekstensi .stl, upload ke dalam folder penyimpanan.


1.2 Persiapan Model

Blender — Cleaning & Sizing * Import model 3D (NamaProyek - File3d) * Bersihkan:
  • Non-manifold geometry
  • Lubang besar
  • Objek scan yang tidak diperlukan
  • Set ukuran model ke ukuran akhir produk
  • Pastikan model solid berisi, tidak hollow/kopong
  • Export dengan ekstensi .obj

1.3 Retopologi & Validasi Mesh

Instant Meshes — Retopology
  • Import file hasil cleaning & sizing

  • Atur Target Vertex Count sesuai kebutuhan finishing

    • Catatan: semakin tinggi → detail dan kehalusan permukaan makin bagus, beban proses komputer makin tinggi
  • Klik Solve (Orientation & Position Field)

  • Export .obj

Blender — Mesh Validation
  • Import file hasil retopologi

  • Cek:

    • Penampakan siluet halus, tidak berkarang/jaggy
    • Kepadatan mesh merata
  • Jika hasil buruk → ulangi tahap Retopologi

Blender - Base Preparation
  • Extrude sisi bawah model
  • Potong bagian bawah menggunakan metode Boolean
  • Export .obj
---

1.4 Shelling

Autodesk Meshmixer — Hollow
  • Import file hasil validasi mesh

  • Edit → Hollow

  • Offset Distance: 4 mm

  • Jika muncul lubang:

    • Atur Solid Accuracy & Mesh Density
    • Kecilkan Hole Radius bila perlu
  • Export .obj

    • Format nama: NamaProyek - Model3D, upload ke folder penyimpanan, subfolder Model3D
---

1.5 Pemotongan Model

Blender — High Priority Cut
  • Import file hasil shelling

  • Identifikasi High Priority Surface

    • Contoh: wajah patung, ornamen utama, bagian yang menjadi fokus pandangan konsumen saat meliaht patung
  • Potong bagian high priority menggunakan metode boolean

  • Potong komponen agar masuk ke dalam ukuran print dibawah 230x230x230 cm

  • Export:

    • NamaProyek - Nama Komponen - HIGH PRIORITY CUT.stl untuk potongan high priority, upload ke folder penyimpanan, subfolder High Priority
    • NamaProyek - File untuk LUBAN.stl untuk potongan sisanya, upload ke folder penyimpanan
---

1.6 Modular Cutting

LuBAN — Modular Cut

Pengaturan Utama

3D Printer

Connector


1.7 Slicing

Bambu Studio

Auto Arrange

Penataan Plate

Opsi Strength

Opsi Support

Slice dan Print

1.8 Printing


2. Alur Operasional 3D Printing

2.1 Persiapan Produksi

Format Judul Checklist Nama Produk – Dimensi - Kode Part Number.

Kolom Checklist


2.2 Proses Print

Kebutuhan Print

Alur Print Lewat Printer
  1. Cek printer
  • Printer masih proses: langsung ke langkah 8
  • Printer selesai proses/kosong: lanjut ke langkah 2
  1. Keluarkan komponen dari printer, hitamkan kode komponen menggunakan spidol, masukan ke box sesuai part number komponennya
  2. cek nama printer di checklist yang belum dicentang kolom "Selesai?"-nya, centang kolom "Selesai?".
  3. Aktifkan kontroler bambu lab menggunakan tombol arah. Pilih simbol folder (paling bawah), lalu pencet ok. Cek file di dalam
  • Tidak ada file dengan nama "Plate": tempelkan sticky note ke printer, tulis "FILE HABIS"
  1. Cek nama file plate di dalam checklist
  • Kolom "Printer" sudah diisi: cek file selanjutnya
  • Kolom "Printer" belum diisi: cetak file tersebut dengan pencet tombol OK dua kali
  1. Isi kolom printer dengan nama printer yang mencetak file tersebut
  2. Cek apakah printer berhasil mencetak lapisan pertama di atas plate (ada hasil cetakan yang menempel di papan printer
  • Apabila gagal, tempel sticky note ke printer, tulis "gagal cetak"
  • Apabila berhasil, printer berhasil menjalankan proses, abaikan
  1. Ulangi langkah 1 untuk printer lainnya. Apabila semua printer sedang mencetak/ditandai sticky notes, shift selesai.
Alur Print Bambu Studio
  1. Cek Printer
  • Printer masih proses: langsung ke langkah 8
  • Printer selesai proses/kosong: lanjut ke langkah 2
  1. Keluarkan komponen dari printer, hitamkan kode komponen menggunakan spidol, masukan ke box sesuai dengan part number komponennya
  2. Cari nama printer itu di checklist. Centang kolom "Selesai?" yang belum dicentang.
  3. Buka file NamaProyek_PLATE sesuai dengan checklist.
  4. Cari nama plate di checklist yang belum punya printer.
  5. Cari plate tersebut di Bambu Studio, pilih opsi print. Pilih printer yang tidak aktif kerja
  6. Tulis nama printer yang memproses plate di baris plate tersebut.
  7. Ulangi langkah 1 di printer lainnya, apabila semua printer sedang mencetak/ditandai sticky notes, shift selesai

2.2 Rangkai

Kebutuhan

  1. Komponen siap rangkai (dalam boks komponen)
  2. Formulir Checklist Komponen Rangkai dicetak
  3. Dokumen Asembly Sequence (terdapat di sub-folder Main Body Cut patung) dicetak
  4. Lem Alteco 10 pcs
  5. Lakban Kertas 1 pcs
  6. 3D Printing Pen 1 pcs (opsional)
  7. Kawat (opsional)
  8. Gambar perspektif 3 sudut sebagai referensi dicetak
  9. Akses ke Google Drive 3D Printing
  10. Aplikasi STL Viewer Babylonjs
  11. Laptop/Komputer
  12. Staff rangkai 2 orang
  13. Cutter 2 pcs

Langkah

Persiapan
Rangkai
Kirim

3. Arsip & Manajemen Data

Google Drive — Struktur Folder Linke: GDrive

Nama Folder: * NamaProyek - Ukuran - ID Barang

Semua file wajib diberi nama sesuai format proyek untuk keterlacakan.

4. Prosedur Tambahan

Dokumentasi Garis Potong Mould Cor Mas Habib

5. Masalah dan Penyelesaian

Masalah dan Penyelesaian


Revisi #54
Dibuat 6 Februari 2026 13:13:01 oleh fadhilanaufan
Diperbaharui 15 Mei 2026 04:05:25 oleh Magistyo