Modul 1 — Dasar Logistik & Ekspor Definisi & Konsep Dasar Shipment: Proses atau aktivitas pemindahan/pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain melalui moda transportasi tertentu (darat, laut, udara). Logistics: Keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan atas aliran barang, informasi, dan sumber daya dari titik asal (origin) hingga titik konsumsi (destination) secara efektif dan efisien. Freight Forwarding: Layanan jasa perantara (agent) yang mengurus seluruh rantai pengiriman dan pengangkutan barang atas nama pemilik barang (eksportir/importir), mulai dari negosiasi tarif, pengurusan dokumen, hingga koordinasi transportasi. Ekspor: Kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia ke luar daerah pabean (negara lain) sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peran Para Pihak (Key Players in Export) Shipper (Eksportir / Pengirim): Pihak yang menjual, menyediakan, dan mengirimkan barang (dalam hal ini adalah PT Timboel). Buyer / Consignee (Importir / Penerima): Pihak pembeli atau penerima barang yang tercantum pada dokumen pengiriman di negara tujuan. Freight Forwarder: Agen logistik yang membantu mengorganisir pengiriman, mengurus dokumen, pemesanan ruang kapal (booking space), dan koordinasi moda transportasi. Shipping Line (Pelayaran): Perusahaan pemilik/pengelola kapal kargo (contoh: Maersk, MSC, ONE, Evergreen) yang mengangkut kontainer antarpelabuhan/antarnegara. Trucking (Vendor Transportasi Darat): Perusahaan angkutan darat (truk tronton/trailer) yang mengangkut kontainer kosong ke pabrik dan membawa kontainer isi dari pabrik ke pelabuhan. Customs Broker / PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan): Pihak/agen terdaftar yang memiliki keahlian dan izin resmi untuk mengurus deklarasi pabean (PEB/CEISA) dan proses pengeluaran barang di Bea Cukai atas kuasa eksportir. Alur Pengiriman Barang Ekspor (Factory to Destination Country) Order & Booking Space: Shipper/Forwarder melakukan booking kontainer/kapal ke Shipping Line sesuai jadwal pengapalan. Stuffing di Pabrik: Truk membawa kontainer kosong ke pabrik/gudang PT Timboel untuk pemuatan barang (stuffing), penimbangan, dan penyegelan (seal container). Trucking ke Pelabuhan (CY - Container Yard): Kontainer yang sudah disegel diangkut menggunakan truk menuju depo/terminal kontainer di pelabuhan muat (contoh: Tj. Emas / Tj. Perak / Tj. Priok). Customs Clearance (Bea Cukai): Eksportir/PPJK menginput data PEB ke sistem CEISA Bea Cukai. Jika lolos (Jalur Hijau/NPE terbit), barang siap dimuat. Loading ke Kapal: Kontainer dinaikkan (loading) ke atas kapal sesuai vessel schedule. Ocean Freight (Pelayaran Utama): Kapal berlayar membawa kontainer dari pelabuhan asal menuju pelabuhan tujuan (port of discharge). Customs Clearance & Delivery di Negara Tujuan: Importir/Consignee mengurus pabean di negara tujuan, melunasi kewajiban, lalu kontainer diangkut truk ke gudang buyer. Perbedaan pengiriman domestik dan internasional. Istilah-Istilah Penting (Glossary) ETD (Estimated Time of Departure): Perkiraan tanggal dan waktu keberangkatan kapal dari pelabuhan asal. ETA (Estimated Time of Arrival): Perkiraan tanggal dan waktu kedatangan kapal di pelabuhan tujuan. Transit Time: Durasi waktu total yang dibutuhkan kapal/kargo berlayar dari pelabuhan asal menuju pelabuhan tujuan. Cut-off Time (Closing Time): Batas waktu terakhir penyerahan fisik kontainer dan/atau dokumen ekspor ke pelabuhan/shipping line sebelum kapal berangkat. Jika melewati cut-off, barang tertinggal (left behind). Lead Time: Total waktu yang dibutuhkan dari sejak order/proses awal dimulai hingga seluruh rangkaian proses selesai (misal: dari produksi, pembuatan dokumen, pengiriman, hingga barang diterima buyer).