# Struktur code Molding

# Standar Penamaan Molding

## Tujuan

Standar ini digunakan agar setiap molding mudah diidentifikasi, mudah dicari, dan memiliki format kode yang konsisten.

Format kode menggunakan pola:

3-8-3

Artinya:

XXX-XXXXXXXX-XXX

Contoh:

LML-BNTNDG01-KR0

---

## Struktur Kode

Format:

[JENIS MOLDING]-[KODE MODEL]-[BAGIAN]

| Bagian Kode | Jumlah Karakter | Fungsi |
|---|---:|---|
| Kode Jenis Molding | 3 karakter | Menjelaskan fungsi/proses molding |
| Kode Model | 8 karakter | Mengikuti kode model yang ada di ERPNext |
| Kode Bagian | 3 karakter | Menjelaskan posisi/bagian molding |

---

## 1. Kode Jenis Molding

Kode pertama terdiri dari 3 karakter.

| Kode | Nama | Digunakan Jika |
|---|---|---|
| CML | Casting Mold | Material dituang ke dalam cetakan |
| PML | Press Mold | Material ditekan ke dalam/ke permukaan cetakan |
| LML | Lamination Mold | Material dilayer, dilaminasi, dikuas, disemprot, atau ditempel bertahap |
| JIG | Jig / Alat Rangkai | Alat digunakan untuk memposisikan, menahan, atau merangkai bagian |
| TMP | Template / Mal Ukur | Alat hanya digunakan untuk menjiplak, mengukur, atau mengecek bentuk |

### Aturan Pemilihan Kode Jenis

Jika material dituang        → CML  
Jika material ditekan        → PML  
Jika material dilaminasi     → LML  
Jika digunakan untuk rangkai → JIG  
Jika hanya untuk mal/ukur    → TMP  

### Contoh Pemilihan

| Proses | Kode |
|---|---|
| Cor aluminium | CML |
| Cetakan tekan pot tanah liat | PML |
| Fiberglass hand layup | LML |
| GRC spray / hand layer | LML |
| Alat bantu rangkai bagian patung | JIG |
| Mal untuk cek bentuk/pola | TMP |

---

## 2. Kode Model

Kode tengah terdiri dari 8 karakter.

Kode ini mengikuti kode model yang sudah ada di ERPNext.

Contoh:

| Nama Model | Kode Model |
|---|---|
| Banteng Ndangak | BNTNDG01 |
| Salsa Dance | SLSDNC01 |
| Garuda Wisnu | GRDWIS01 |

Kode model tidak perlu menjelaskan jenis molding, material, ukuran, atau bagian.

Kode model hanya digunakan untuk mengidentifikasi model barang.

---

## 3. Kode Bagian

Kode terakhir terdiri dari 3 karakter.

| Kode | Arti |
|---|---|
| KR0 | Kiri |
| KN0 | Kanan |
| AT0 | Atas |
| BW0 | Bawah |
| DP0 | Depan |
| BL0 | Belakang |
| KC0 | Kecil |

---

## Format Akhir

Format:

[JENIS]-[KODE MODEL]-[BAGIAN]

Contoh:

LML-BNTNDG01-KR0

Artinya:

| Bagian | Arti |
|---|---|
| LML | Lamination Mold |
| BNTNDG01 | Model Banteng Ndangak |
| KR0 | Bagian kiri |

---

## Contoh Kode

| Kode | Arti |
|---|---|
| LML-BNTNDG01-KR0 | Lamination mold untuk model Banteng Ndangak, bagian kiri |
| LML-BNTNDG01-KN0 | Lamination mold untuk model Banteng Ndangak, bagian kanan |
| CML-BNTNDG01-DP0 | Casting mold untuk model Banteng Ndangak, bagian depan |
| PML-POTBUL01-AT0 | Press mold untuk model Pot Bulat, bagian atas |
| JIG-SLSDNC01-KR0 | Jig/rangkai untuk model Salsa Dance, bagian kiri |
| TMP-SLSDNC01-DP0 | Template/mal ukur untuk model Salsa Dance, bagian depan |

---

## Catatan Penting

1. Kode harus ditulis dengan huruf besar.
2. Gunakan tanda strip "-" sebagai pemisah antar bagian kode.
3. Kode model harus mengikuti kode yang sudah ada di ERPNext.
4. Jangan memasukkan material, ukuran, atau lokasi penyimpanan ke dalam kode molding.
5. Informasi tambahan seperti material, status, lokasi, dan catatan kerusakan dicatat di ERPNext atau dokumen pendukung.