ERPNEXT
Cara Cara ERPNext
- Membuat Project Baru
- Membuat Task
- Update Task
- Membuat Material Request
- Material Receipt (Barang Masuk)
- Material Issue (Barang Keluar)
- Material Transfer (Pindah Gudang)
- Manufacture (Barang Jadi)
- Notes Runthrough ERP 3-1-2025
- Bill of Material Guide
Membuat Project Baru
Kapan digunakan
- Ada Custom Order baru → Marketing buat
- Ada Barang Development → 1330 buat
- Ada Business Development → 1330 buat
Langkah di ERPNext
- Tekan Ctrl + G
- Ketik New Project → Enter
- Isi Project Name dengan format:
TIPE-NamaPendek-Client-Tahun - Klik Edit Full Form
- Isi field:
- Project Type
- PIC Produksi
- PIC Marketing
- Masuk ke Tab WIKI
- Isi:
- Adiksimba (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana)
- Detail Spesifikasi
- Klik Save
Wajib cek
- Nama sesuai format
- WIKI tab terisi
- PIC Produksi & PIC Marketing terisi
Membuat Task
Kapan digunakan
- Setiap proyek butuh langkah kerja
Langkah
- Buka Project
- Klik tombol Task +
- Isi Subject saja (nama task)
- Field lain biarkan minimal
- Save
Catatan
- Task PIC = PIC Project
- Task dibuat “segampang mungkin bagi PIC”
Update Task
Kapan digunakan
- Minimal 1x per minggu
- Ketika progress berubah
Langkah
- Buka Project
- Klik task yang ingin diupdate
- Ubah Status:
- Open = Belum di mulai sama sekali
- Working = Sudah on progres
- Review = Butuh approval yang bukan dari PIC
- Complete = Menurut PIC sudah tidak perlu di pikir
- Save
Membuat Material Request
Kapan digunakan
- PIC Project butuh barang dari Raw Material Warehouse
- PIC Project butuh barang yang harus dibeli
Langkah
- Ctrl + G → New Material Request
- Klik Edit Full Form
- Isi:
- Project (custom field)
- Material Request Type:
- Raw warehouse → Material Issue
- Belanja → Purchase
- Item
- Qty
- UOM
- Siapa yang ambil
- Save
- PIC Project memberi approval
- Untuk Purchase → Purchasing yang proses
Wajib cek
- Type benar (Issue vs Purchase)
- Project diisi
Material Receipt (Barang Masuk)
Kapan digunakan
- Barang baru datang dari supplier
- Barang kembali dari pinjaman
- Barang kembali dari supplier
Langkah
- Ctrl + G → New Stock Entry
- Klik Edit Full Form
- Stock Entry Type = Material Receipt
- Masukkan Item → Edit Full Form untuk baris item
- Isi:
- Qty
- Target Warehouse
- Isi:
- Pengirim (Data)
- Signature Pengirim (wajib)
- Attach bukti (foto surat jalan / foto tanda tangan)
- Submit
Wajib cek
- Target warehouse tepat
- Signature wajib terisi
Material Issue (Barang Keluar)
Kapan digunakan
- Resin, cat, finishing
- Pengeluaran packing
- Barang habis pakai keluar
- Pengeluaran barang untuk project
Langkah
- Ctrl + G → New Stock Entry
- Klik Edit Full Form
- Stock Entry Type = Material Issue
- Tambah item → Full Form:
- Item
- Qty
- Source Warehouse
- Project di accounting dimension (bila untuk project)
- Isi Penerima (Link → Employee) → Wajib
- Submit
Wajib cek
- Penerima terisi
- Source warehouse benar
Material Transfer (Pindah Gudang)
Kapan digunakan
- Selesai → Showroom
- Raw → Produksi
- Produksi → Selesai
- Selesai → Packing
Langkah
- Ctrl + G → New Stock Entry
- Klik Edit Full Form
- Stock Entry Type = Material Transfer
- Masukkan item:
- Source Warehouse
- Target Warehouse
- Submit
Wajib cek
- Source ≠ Target
Manufacture (Barang Jadi)
Kapan digunakan
- Produksi selesai
Langkah
- Ctrl + G → New Stock Entry
- Klik Edit Full Form
- Stock Entry Type = Manufacture
- Tambah item:
- Item jadi
- Qty
- Target Warehouse = Warehouse Selesai
Notes Runthrough ERP 3-1-2025
Definisi
- Benda mentah : benda yang belum difinishing
- Frame: benda yang akan diisi
- Finsihed good adalah: bahan mentah + bahan finishing + box. Siap jual
Tutorial ERP (Catatan Naufan)
Selling
Pembuatan Quotation
-
ctrl+g, new quotation
-
pilih customer (selalu nama perusahaan, bukan nama individu)
-
pilih items (barang)
-
pilih currency (sesuai permintaan)
-
pilih nilai incoterm. Kalau full kontainer nanti harganya FoB, kalau tidak kontainer nanti Ex-Work
-
Isi sales tax dan perpajakan
-
Isi additional discount percentage kalau perlu
-
Edit harga item dengan discount apabila diperlukan
-
Simpan
-
Cek hasil quotation
-
Print dan kirim ke customer
-
Submit untuk dimasukan ke dalam sistem. Double check karena harus sudah benar
-
Kalau customer sudah oke, bikin Sales Order (Sales Order nanti jadi pusat produkso)
- Sales Order yang penting: Delivery Date (Umumnya 8 minggu dari tanggal Sales Order)
-
Customer mau nambah.
-
Set Source Warehouse (untuk setting barangnya mau diambil dari mana)
- yang sekarang rutin dipakai adalah finished good warehouse (sudah selesai, bisa kirim ke Tanli, bisa dipacking utuk penjualan)
-
Isi nomor Purchase Order milik customer
-
Save
-
Opsi Assign To untuk delegasi tanggung jawab Sales Order ke staff marketing
-
Opsi Attach untuk nempelke PO dari customer
-
Bikin Invoice untuk dikirim ke customer untuk finalisasi pembelian dan pembayaran DP
-
Submit
Accounting
- Marketing info ke Accounting untuk pembayaran
- Create payment, sambungkan bukti pembayaran bank ke sales order
- bikin billing
Produksi
- Create production plan
- Pilih get sales order, pilih sales order yang terkait
- get finished good for manufacture
- pilih assembly items, get sub assembly items
- sub assembly warehouse, pilih Work in Progress
- kalau tidak ada barang sub assembly, get raw materials for purchase. Kalau mau transfer antar gudang karean ada stoknya, GRM transfer. Tujuannya untuk cek stok bahan mentah, jadi pilih sub assembly warehouse untuk dicek
- Nanti keluar perlu beli apa saja untuk sales order tersebut
Notes
- production plan dibuat, lalu bikin work order.
- Work order butuh material untuk produksi. kalau gak ada material, nanti perlu bikin material request
Notes Pembuatan Item dan BOM Magis Naufan Sofia Fifi
Pembuatan Item
Penamaan spesifik
item name Tidak mengugnakan singkatan sama sekali item name dibuat rapi (Uppercase per huruf depan kata) Maksimal 3 kata, ideal 1 kata
Struktur Item Name
- (item name)(spasi)-(spasi)(item size SML)-(spasi)(additional information1)-(spasi)(additional information2)
Untuk size (Magis: size e kompleks)
- ukuran global, ada 9 level
- XSmall (tinggi <20 cm)
- Small (< 40 cm)
- Medium (<60 cm)
- Large (<=80 cm)
- Tall (<100 cm)
- Extra Tall (<150 cm)
- Jumbo (<200 cm)
- Extra Jumbo (<250 cm)
- Super Jumbo (>250 cm) Ini semua merujuk ke tinggi
Kalau ada grup yang modelnya sama tapi beda ukuran
metode klasifikasi ukuran:
- Cari barang terkecil, kategorikan ke kelompok mana dia berada
- varian lain yang lebih besar diurutkan lalu dikasih kategori di atasnya kategori varian terkecil sesuai urutan contoh: patung 20 cm, patung 30 cm, patung 100 cm akan dikasih kategori ukuran XS, S, dan M
Barang baru yang intermediate ukurannya di dua produk varian akan merevisi item name di varian yang sama
Additional information, makin ringkes makin bagus
- add info pertama finishing
- add info kedua aksesoris
Struktur item code
- terdiri dari: (3 huruf/angka)-(8 huruf dan angka)
- 3 huruf/angka terdepat direkomendasikan adalah singkatan nama produk
- 8 huruf/angka selanjutnya random/sesuai karangan yang diinginkan
- Apabila nama produ tidak bisa dijadikan singkatan 3 huruf, gunakan angka "0" sebagai filler. Contoh: Panther Galak bisa jadi PGL- atau PG0-
Pembuatan BOM
Bill of Material
Ada 6 kategori patung global
- Kayu alumunium
- cor alumunium full
- cor alumunium diisi kayu
- Rangkai/Anyam
- Rangkai/Anyam diisi kayu
- Pot/Vases
Step by step (reversed)
- barang selesai selalu menbutuhkan barang mentah, bahan finishing, dan packing
- barang mentah bisa berisi macam-macam tergantung (ada mentah cor, mentah kayu, mentah anyam, mentah tanah liat, mentah grc)
- mentah cor = COR-
- mentah anyam = RANG-
- mentah kayu = KAY-
- mentah tanah liat = TRC-
- mentah grc = GRC-
- Add on
- base = BASE-
Item name untuk bahan mentah/setengah jadi
- Mentah(spasi)-(spasi)(Item Name)
Barang Produk Jadi tidak boleh Allow Purchase, tapi Allow Sell. Barang Mentah tidak boleh Allow Sell, tapi Allow Purchase
Bikin BOM Barang Produk Jadi ada di Dashboard -> BOM klik logo PLUS
Intermezzo: Kapan pakai packing usuk, kapan pakai packing papan Kalau dimensi terpanjang kurang dari 120 cm, pakai kayu papan. Else, pakai kayu usuk
Terms DP
- Tanggal yang ada di payment terms adalah deadline pembayaran untuk Sales Order terkait.
Bill of Material Guide
Prinsip BOM (Bill of Materials)
- BOM adalah resep produksi.
- Setiap item final wajib memiliki step item bernama Mentah.
- Mentah adalah item final yang belum melalui proses finishing.
- Mentah dapat memiliki berbagai tipe proses, antara lain:
- Cor
- Rangkai
- Terracotta
- GRC
- Kayu
- Satu Mentah dapat memiliki sub-Mentah (hierarki bertingkat).
Aturan Pencatatan Material di BOM
- Material yang dicatat di BOM hanya material dengan kontribusi biaya > 3% dari HPP yang tercatat di database lama.
- Material yang bersifat “mendefinisikan” produk tetap boleh dicatat di BOM meskipun nilainya < 3%.
- Contoh: warna cat, jenis finishing spesifik.
- Material packing tidak dimasukkan ke dalam BOM.
- Seluruh biaya packing dikategorikan sebagai biaya operasional (operational cost).
Aturan Barang Baru
- Barang baru wajib dimapping secara lengkap terlebih dahulu menggunakan Project.
- BOM baru tidak boleh dibuat tanpa mapping Project yang jelas.
Struktur Biaya di BOM
- Field
Estimated Packing Costpada BOM merepresentasikan total biaya packing. - Operating Cost per BOM Quantity terdiri dari:
- Biaya packing
- Biaya material lain yang tidak memenuhi ambang 3%
Tenaga Kerja
- Tenaga kerja tidak boleh dimasukkan ke dalam BOM.
- BOM hanya berisi material.
- Seluruh biaya tenaga kerja dicatat di luar BOM.